Wednesday, October 07, 2009
Janji Ibu
Saya berjanji akan mulai menabung, dan akan membelikan Game Boy saat Nasta naik kelas 2 kelak. Dengan syarat, nilai-nilai nya harus bagus.
Sempat Nasta ragu.. "tapi kalo aku ga bisa gimana?"
Saya pun meyakini dia, "Nasta harus rajin baca. Apa yang Bu Wiwi ajarkan, kakak dengar dengan baik. Karena soal-soal ulangan itu adalah semua yang kakak telah pelajari di kelas."
"Ibu yakin Nasta bisa!"
Sunday, September 27, 2009
Guitar Espanola for Nasta
Ibu dan ayah sengaja menunggu, sampai sejauh mana keinginan Nasta itu terus dikumandangkan. Dan ternyata Nasta cukup serius dengan keinginannya. Sambil mencari-cari waktu yang pas untuk kegiatan les nya, mengingat dia sudah ambil les gambar di Sabtu pagi. Dan kalo banyak kegiatan di Sabtu, kapan kami jalan-jalan dong??? hehehhe...
Ditambah, lokasi les musik di luar komplek jadi pemikiran kami juga. Kalo ayah ibu lagi ga bisa anter, siapa yang akan anterin dong kalo kejauhan?
Alhamdullillah, belum lama ini ada sekolah musik di Little China (Ruko di Legenda Wisata). Beranggapan, yang penting keinginan Nasta tersalurkan, kalo memang dia serius dan perlu bimbingan lebih lanjut, baru kami cari sekolah musik ternama. (Dengan catatan kalo sekolah musik ini kami rasa kurang lho)
Sebelum libur lebaran, kami sama-sama ke sekolah musik Willy Sumantri itu. Daftarin Nasta les gitar. Insyaa allah baru mulai les nya Oktober.
Dan seriusnya Nasta dengan keinginannya ini, dia sudah bilang, "nanti kan lebaran aku dapat uang banyak ya Bu? Uang nya buat beli gitar aja" Wuih..... semoga keinginan seriusnya itu berdampak positif dengan latihannya kelak. Amiiin.
Kemaren kami menyempatkan diri jalan-jalan ke PIM untuk membeli sebuah gitar kecil untuk Nasta. Dan Nasta dengan bangga berjalan menuju kasir, membuka tas kecil hasil kumpulan uang lebarannya. Dari dompet Nasta keluarlah uang Rp. 250.000,- dan Ibu membayar kekurangannya Rp. 200.000

Smoga Nasta konsisten dengan keinginan dan usaha yang telah dia lakukan. Ibu dan Ayah tidak ada keinginan menjadikan Nasta seorang musisi. Cukup dia menguasai alat musik, dan menyukainya. Amiiin.
Saturday, September 12, 2009
Berita Dari Kawan
"Tmn2 yg baik, gw lg dirmh nuni bks.. Tmn2 gw ga tega deh ngeliat nuni sdh parah sakitnya. Sdh ga bs apa2, hny ditmpt tdr. Tmn2 klu bis kmplin dana bt nuni yu .. klu mau transfer ke rek gw aja. OK gw mohon bgt ..."
Antara kaget, sedih, dan bingung.
Nuni teman saya itu seorang yang periang dan menyenangkan pada jaman kuliah dulu. Bisa dibilang, nasibnya kurang beruntung dibanding kami teman-temannya.
Disaat lulus kuliah, sebagian besar sudah langsung bekerja. Seingat saya, cukup lama dia mendapatkan pekerjaan. Sampai akhirnya saya dengar dia bekerja di Hotel Horison - Ancol dulu.
Saat kami kawannya satu persatu menikah, dia belum. Terdengar dia kena PHK karena hotel tempatnya bekerja ganti management. Dan sejak itu dia tidak bekerja lagi.
Dengar kabar lagi, ibu nya meninggal. Beberapa tahun kemudian ayah nya meninggal. Dan sedihnya, tak satupun dari musibah yang dia hadapi mendapat perhatian serius dari saya. Ahh... kawan macam apa saya ini???
Dan sekarang dia terbaring sakit, tak berdaya, hanya ditemani seorang kakak nya yang belum menikah juga. Sempat terbetik pikiran, "ah.. gw ga sempet ke rumah nya besok. Jauh pula. Gw transfer aja deh."
Tapi tak lama kemudian, teman saya Maya menelpon saya sambil menangis, "gw ga tega Mel.. ga tega .... dia sendirian ngadepin semua ini. Dia kena tumor ovarium, udah di angkat. Tapi ga ngerti deh, ada jamur di bekas operasinya. Dan itu bikin dia sakit. Tadi Nuni sms gw, tapi gw ga ngerti, karena nomor dia ga ada di HP gw. Gw telpon, dia ngomong nya dah sesek mel. Sekarang aja pake oksigen. Kurusssss banget Mel."
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
Ya Allah ya Rabb.. berikan kesabaran pada Nuni. Berikan yang terbaik pada Nuni.
Saya juga ngobrol ma teman saya yang lain, Sari. Dan dia berencana untuk menjenguk Nuni besok pagi. "Mumpung masih ada waktu Mel."
Astaghfirullah..
Iya Ri, Insyaa Allah masih ada waktu.
Wednesday, August 26, 2009
Guru
Pagi ku cerah ku
Matahari bersinar
Kugendong tas merah ku di pundak ku
Selamat pagi semua
Kunantikan dirimu
Didepan kelasku
Menantikan kami
Reff : Guru ku tersayang / Guru ku tercinta / Tanpa mu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis / Mengerti banyak hal
Guru ku terima kasih ku
Itu satu dari sekian banyak lagu yang menceritakan profesi GURU . Profesi yang seringkali terlupakan jasanya. Padahal tak dipungkiri betapa besar jasa mereka terhadap diri kita.
Profesi mulia yang dengan ikhlas mereka lakukan, terkadang bahkan seringkali harus kalah dengan aturan "pihak sekolah". Entah itu pemilik atau penanggung jawab yayasan.
Sedih hati ini, mengetahui jasa mereka seolah tidak tampak, dikalahkan oleh kepentingan lain.
Bagi kami, kalian tetap guru, pendidik dan ibu yang sabar dan ikhlas mendidik anak-anak kami.
Terima kasih. Allah tidak tidur, Dia tahu apa yang terbaik buat ummatNya.
Puasa ala Nasta
Dari awal mendekati Ramadhan, saya sudah meminta Nasta untuk belajar puasa. Paling tidak belajar ikutan bangun sahur (minimal banget deh). Tapi karena kondisi kesehatan jualah, sampai hari ini Nasta belum belajar puasa.
Nasta itu kan susah sekali di suruh minum air putih. Padahal kalo lagi batuk, salah satu obat yang paling andal adalah minum air putih sebanyak-banyaknya. Jadi pada Jum'at malam, saya bilang, "Kakak besok jadi mau puasa?" Dengan cepat dia menjawab, "Aku kan lagi batuk Bu. Kalo abis batuk, aku kan harus minum air putih yang banyak. Kalo puasa, gimana minumnya?" Hhmm... ngeles tingkat tinggi nih. Baiklah, karena alasannya memang benar, Ibu tidak memaksa.
Dan memang setelah ke dokter dan dibantu obat pengencer dahak, kalo batuk dia pasti akan muntah untuk mengeluarkan reak nya itu.
Senin, hari pertama sekolah, ulangan harian pula. Sebenarnya kalo ga ulangan, Ibu mau nya Nasta ga usah sekolah dulu. Tapi anak nya juga ga mau ketinggalan ulangan. Dan ternyata sakit nya Nasta masih cukup parah, karena setelah ulangan dia dititipkan ke ruangan UKS. Dan Ibu di telpon supaya ada yang menjemput Nasta. Kasian anak Ibu.
Selasa, masih batuk. Masih belum mau puasa, padahal katanya teman-teman sekolah udah banyak yang sekolah. Tapi Nasta sudah meminta supaya botol minumannya di taro di dalam tas. MALU, katanya. Hihihihi...
Rabu, masih batuk. Tapi sudah jauh lebih baik. Ibu sudah menawarkan Nasta mau puasa atau tidak. Dengan keringanan, sarapan pengganti sahur. Selama di sekolah sampai pulang tetap puasa. Sampai rumah makan siang, minum obat, lanjut puasa lagi sampai magrib.
Dan komentar Nasta, "Bu, laper dong nanti?"
Ya iyalah Nak, namanya juga puasa.
Saturday, August 08, 2009
Mengetahui Minat & Bakat
Kegunaan finger print test, terutama bagi anak-anak, orang tua akan sesegera mungkin mengetahui minat dan bakat anak(anak) nya.
Dari hasil test ini diketahui, personal drive seorang manusia akan seperti apa, dalam menyerap informasi apakah ketelitian yg lebih dominan atau kecepatan begitu pula dalam bertindak responsive, apakah ketelitian atau kecepatan. Contoh kalo dalam hal menyerap informasi, ketelitian lebih tinggi dari kecepatan, berarti kita termasuk lebih mengutamakan respon yang cenderung lebih lambat akibat proses ketelitian terhadap sesuatu hal/informasi. Begitupun sebaliknya.
Basic needs juga akan ketauan, kita berada dalam bagian otak yg mana : Brain Stem (batang otak), Limbic System (system limbic) atau neo kortex. Ga ada yg benar dan salah, hanya mana dari ketiga factor ini yg paling dominan di kita. Misalkan, anak ku Nara, dia system limbic nya dominan. Jadi dia bekerja / melakukan sesuatu berdasarkan emosi / perasaan. Nah kalo mau nyuruh2 harus bikin dia senang dulu, baru deh kita suruh. Menarik kan?
Characters Traits : mana yg dominan, otak kiri atau otak kanan? Kalo otak kanan ; berkarakteristik pola pikir yg subyektif, holistic, imajinatif, kreatif dan non stuktural. Sedangkan otak kiri; berkarakteristik pola pikir yg obyektif, factual, logis, rasional dan structural.
Jadi mostly atau mungkin orang creative dominan otak kanan nya yah..
Learning Style & thinking style : ketauan juga bagaimana cara kita berpikir – teoritis atau praktikal. Lalu gaya belajar yg sesuai : visual (gambar), auditory (pendengaran), kinestetik (gerak tubuh). Untuk yg punya anak, kalo udah tau, insyaa allah lebih gampang mengarahkan anak-anaknya belajar.
Working style: networking, decision maker, operation, komunikasi, adaptasi. Keliatan mana yg persentasi nya paling tinggi. Misalkan, Nara di komunikasi paling tinggi (di antara yg lain), insyaa allah bidang pekerjaan yg sesuai buat dia antara lain, PR atau dosen atau yg berhubungan dengan “berbicara”. Kalo Nasta, adaptive dgn kata lain, dia punya kemampuan untuk mengamati, mengklasifikasikan adanya perubahan dan adaptasi secara revolutif maupun reformatif, pencitptaan trend baru ataupun kemampuan mengikuti perkembangan trend baru. Ga heran kalo Nasta ini, seneng banget gaya baju acak kadul, maksudnya menurut dia mungkin keren kali yah.. hahaha…
Ada lagi Potentials & Talents : dimana potensi dan bakat kita. Contoh: Nasta dominan di seni gerakan dan seni pengamatan visual … hhmm… kayanya dia bakal jadi fashion sport designer deh.. amiin…
Intinya, bagi yg punya anak, kalo udah ketauan anaknya punya minat, kembangkan minat anak nya.
Untuk finger print test ini bukan hanya untuk anak-anak, karena sidik jari dari lahir sampai mati kan tidak berubah tuh. Waktu aku konsultasi, ada 2 pria dewasa (satu orang cenderung sudah cukup berumur) yg ikutan test ini. Nah, aku jadi pengen ikutan juga.
Kali-kali aja teman2 yg merasa tidak punya bakat seni, ternyata karena lingkungan yg membuat kita tidak bisa mengeksplor minat dan bakat, jadi ketauan.. kalo ternyata unsur visual kita dominan, jadi pengen belajar ngelukis deh.
Dibawah ini ada rangkuman Dear Parents (Bunda Elly, maaf langsung copy paste yah). Smoga lebih bermanfaat yah.
"Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Minat & Bakat Anak"
You are so special
Ayah bunda yang berbahagia, tentu mengenal Hee Ah Lee. Seorang pianis muda asal Korea Selatan yang menjadi perhatian dunia dengan permainan pianonya di tengah keterbatasan fisik yang dia miliki. Hee Ah Lee lahir tahun 1985 dari seorang ibu yang luar biasa bernama Woo Kap Sun. Meski, sejak dalam kandungan, ia mengetahui bahwa anaknya akan lahir dengan kecacatan, namun ia tetap mencintai buah hatinya dengan sepenuh hati. Ternyata benar, saat lahir anaknya menderita down syndrome, dan kedua tangannya hanya memiliki empat jari. Dia juga terlahir dengan kaki hanya sebatas lutut.
Ayah dan bunda, bayangkanlah jika kita yang ditakdirkan oleh Allah memiliki anak seperti Hee Ah Lee ? Bisakah kita menjadi seperti Woo Kap Sun yang menerima kondisi putrinya dengan hati yang ikhlas dan tetap menyayangi dan memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Sehingga akhirnya ia tidak terfokus pada kekurangan putrinya, bahkan dengan kasih sayangnya ia berhasil membantu putrinya menemukan bakat istimewa yang ia sebut sebagai "special gift, anugerah spesial dari Tuhan".
Semoga mata hati kita terbuka dengan fenomena itu. Hee Ah Lee, seorang anak yang memiliki keterbatasan fisik saja, bisa menjadi bintang di bidang yang ia senangi. Tentu, hal ini tak luput dari pengasuhan ibundanya yang luar biasa. Lalu, bagaimana dengan kita ? Kita pun bisa melejitkan anak-anak kita menjadi bintang yang bersinar terang.
Pertama kali yang harus kita tanamkan dalam hati adalah keyakinan bahwa setiap anak kita adalah pibadi yang spesial. Tanamkan kuat dalam hati. Karena, jika kita tidak menganggap anak kita spesial, maka kita bisa terjangkit penyakit yang disebut parentogenik. Apa itu ? Yaitu penyakit suka membanding-bandingkan seorang anak dengan kakak atau adiknya, atau bahkan dengan anak orang lain. Sekali lagi, jika kita tidak menanamkan kuat dalam hati, kita sering lupa dan lalai bahwa anak kita unik. Karena sesungguhnya Allah telah menganugerahkan kepada setiap individu, keunikan dan keistimewaan yang berbeda-beda. Setiap kita adalah pribadi yang spesial, yang berasal dari sel sperma dan indung telur yang berbeda dengan sel sperma dan indung telur kakak atau adik kita. Tak ada dua pribadi yang sama semuanya, bahkan kembar identik sekali pun. Meski secara fisik mereka sama, tapi pasti mereka memiliki potensi dan bakat yang berbeda.. Masing-masing mereka unik dan spesial.
Ayah bunda, yuk kita nyanyikan lagu ini untuk buah hati kita...
You are special, you're the only one
You're the only one like you
The world is better just because
You're here
And you know that we love you
Oh you are special, special
Everyone is special
Everyone is his or her own way
You are special yes you really are
You're the only one like you
There is no body in this whole wide world
Who can do the things you do
Oh you are special, special
Everyone is special
Everyone is his or her own way
Apa itu bakat & minat ? Mengapa sulit menemukannya pada anak kita ?
Karena setiap anak istimewa, maka mereka pun memiliki bakat dan minat yang istimewa pula. Apa bedanya bakat dengan minat ?
Bakat merupakan kemampuan bawaan berupa potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Sedangkat minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan.
Seorang anak bisa saja memiliki miniat dan bakat lebih dari satu. Misalnya, dulu saya memiliki minat di bidang menyulam, tari, drama dan… bola basket. Ada anak yang mengetahui dan menemukan minat dan bakatnya. Namun ada juga anak yang tidak menemukan minatnya dan merasa tidak memiliki bakat apa pun. Mengapa bisa terjadi seperti ini ?
Bakat merupakan potensi terpendam yang tersembunyi dalam diri seseorang. Agar bakat dapat muncul, ia perlu digali, ditemukan, dilatih dan dikembangkan. Seorang anak yang merasa tidak memiliki kemampuan apa pun, bisa disebabkan oleh pengasuhan orang tuanya. Seperti yang telah dijelaskan di atas dan pernah kita bahas di edisi-edisi sebelumnya, gaya pengasuhan kita seringkali tidak sengaja menyebabkan konsep diri anak menjadi jatuh.
Banyak orang tua yang menganggap anaknya biasa-biasa saja, nothing special. Bisa jadi, kita termasuk di dalamnya. Kita tidak memperhatikan minat mereka. Yang terjadi, kita justru sibuk mendaftarkan anak-anak kita dari satu les ke les lain, yang kita inginkan. Niat kita memang baik, ingin anak-anak kita memiliki kemampuan di berbagai hal. Tapi, pernahkah kita bertanya dalam hati, apakah anak kita memang menginginkannya ? Atau jangan-jangan hanya sekedar ‘dendam positif’ diri kita, karena obsesi kita di waktu dulu yang tidak tercapai. Sehingga, kita ingin anak kita yang meneruskannya.
Atau jika bukan karena ˜dendam positif", kita menjadi orang yang latah terhadap lingkungan sekitar. Misalnya,ketika teman-teman kita mendaftarkan anak-anaknya les menghitung cepat dengan metode yang praktis, kita pun ikut-ikutan me-leskan anak kita.
Dampak dari ˜pemaksaan" minat ini, berakibat buruk bagi anak. Anak merasa jiwanya terkekang, tidak merdeka, karena tak mampu mengembangkan minatnya sendiri. Biasanya, anak akan malas mengikutinya dan mencuri-curi waktu untuk bolos bila tidak ketahuan orang tuanya.
Kondisinya semakin parah, di rumah orang tua me-leskan anak dengan berbagai les. Di sekolah, anak-anak juga di'gebrak' dengan beban pelajaran yang banyak dan berat. Karena beban kurikiulum yang padat itu dan target-target yang harus dicapai, anak-anak menjadi kurang di'perhatikan' oleh gurunya.. Banyak anak-anak yang tidak tergali minat dan bakatnya. Dan seringkali, penjurusan anak-anak menjadi dipaksakan.
Bagaimana mengembangkan bakat & minat anak ?
Kita bisa menemukan bakat anak dari minat atau kesukaan mereka. Jadi pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan pengamatan, apa saja yang mereka minati atau sukai.. Seringkali mereka menyukai banyak hal. Mungkin, kita menjadi bingung, karena mereka ingin ini ingin itu, tertarik ikut les ini dan les itu. Syukuri hal itu, terlebih dahulu. Jangan kita batasi. Berikan peluang kepada mereka, jika mereka bermaksud mengikuti les tertentu. Namun jangan terlalu banyak me-leskan mereka. Karena mereka jadi tidak fokus. Sesuatu yang tidak fokus, tentu hasilnya kurang baik dan tidak optimal.
Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa yang mereka sukai merupakan minat mereka dan buka hanya sekedar ikut-ikutan teman ? Minat yang tinggi akan bertahan lama. Jika anak kita menyukai sesuatu dan dalam jangka waktu yang lama, maka kita bisa menilai anak kita memiliki minat di bidang tersebut. Dari minat akan berkembang menjadi bakat. Misalnya, anak kita sangat menyukai permainan catur, dan minatnya bertahan lama. Lalu setelah kita les-kan, ternyata ada peningkatan. Maka berarti ia berbakat menjadi pemain catur yang hebat. Jadi, jika minat anak kita setelah dikembangkan ada peningkatan, maka ia berbakat di bidang yang ia minati.
Setelah kita mengetahui minat dan bakat anak kita, maka selanjutnya kita memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan bakat mereka. Bagaimana caranya ?
Hendaknya kita mengerti tentang perkembangan anak, dari segi kecerdasan, emosi, sosial, fisik, spiritual.
Dengan demikian kita bisa memahami kondisi perkembangan anak kita dan kita mengetahui bagaiamana sebaiknya pengasuhan kita di setiap tahap usia anak.
Memahami cara otak bekerja.
Prinsip kerja otak : "Bila hati senang"otak akan menyerap lebih banyak
Jadi, jangan sekali-kali memaksa anak untuk ikut les tertentu, padahal anak kita tidak menyukainya. Karena, akan sia-sia jadinya.. Anak akan terpenjara jiwanya. Dan otaknya tidak menyerap informasi yang masuk dengan optimal.
Mengenali minat anak.
Mengetahui modalitas belajar.
Kenali gaya belajar anak kita, apa kah lebih banyak visual, auditorial atau kinestetik
Mengetahui apa itu "bermain"
Kita juga bisa melihat apakah anak suka dengan apa yang mereka mainkan, pada saat mereka bermain. Dari sini, kita juga bisa melihat minat dan bakat mereka.
Setelah kita mengetahui minat dan bakat anak kita, teruslah kembangkan dengan memberinya fasilitas dan kesempatan yang mendukungnya untuk meningkatkan bakatnya tersebut. Dan jadikan ia champion di bidang tersebut.
Pesan
Setiap anak adalah bintang. Allah telah menganugerahi mereka dengan berbagai potensi yang spesial. Potensi atau bakat ini baru akan muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Tugas kita-lah yang harus membantu mereka dalam menemukan setiap bakat istimewa yang terpendam dalam dirinya.
Akui keberadaan dan keunikan mereka
Beri kesempatan kepada mereka untuk meng-eksplorasi bakat dan minatnya
Dukung mereka untuk terus mengasah keistimewaannya
Jadikan mereka champion di bidangnya
Maka kelak bintang dalam jiwa mereka akan bersinar terang dan merdeka.
Selamat menikmati indahnya sinar bintang anak-anak kita
Selamat hari anak nasional, anak-anakku....
-Elly Risman-
Friday, July 24, 2009
Cuci Tangan Cegah Penyakit
Maraknya berbagai macam jenis virus di alam semesta ini tentu nya membuat khawatir sebagian besar atau semua orang. Ga usah memikirkan virus babi deh, virus yang sudah menjadi langganan kita semua dan bikin jengkel dan seringkali menghabiskan uang yang tidak sedikit. Apalagi kalo yang sakit anak-anak
Sering cuci tangan dengan sabun. Itulah yang sering kami lakukan. Apapun aktifitas kami, pasti kami langsung cuci tangan.
Tapi bagaimana kalo sedang dalam perjalanan? Alhamdulillah sekarang ini sudah ada produk yang memudahkan kami untuk tetap melakukan kegiatan bersih-bersih ini. Dengan ukuran kecil, tentunya tidak lah menjadi kendala untuk selalu siap sedia dalam tas saya
Saya mengajak teman-teman semua untuk terus menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun, apapun aktifitas kalian. Siapkan antibacterial hand gel dalam tas kalian yah.
Pemesanan, bisa lewat saya tentu nya
Sunday, July 12, 2009
My Big Baby is Six y/o
Happy Birthday my dearest one
As always, I love you very much and keep praying for your life.
Hope Allah SWT will give me a chance to be your mother who will protect you, teach you, be your friend and love you always.
Hope Allah SWT bless your life, make you a tough little girl who will be wise and tough woman someday.
Hope Allah SWT love you always.
Love you dear,
Ibu

